Survey study, 2023
Does teaching women about menstrual hygiene and PMS management improve their knowledge?
Yes. Teaching women about menstrual hygiene and PMS management significantly improved their knowledge about these topics.
What they did
Researchers taught 34 female high school students online about menstrual hygiene and PMS management. They measured the students' knowledge with a questionnaire before teaching and again after teaching.
What they found
Before education, 26.47% of students had good knowledge, 64.71% had adequate knowledge, and 8.82% had poor knowledge. After education, 67.65% had good knowledge, 23.53% had adequate knowledge, and 8.82% had poor knowledge. There was a clear difference in knowledge before and after.
What it means for you
Teaching women about menstrual health and PMS management works and significantly improves their knowledge. This could help women better manage their periods and reduce problems. However, the study had no comparison group and was done online with high school students in Indonesia, so it is not clear if this would work as well in other settings or with other groups.
34
Female students taught
26.47%
With good knowledge before education
67.65%
With good knowledge after education
About the study
- Original title
- Edukasi Kesehatan Menstrual Hygiene Dan Penatalaksanaan Premenstrual Syndrome Di SMK Theresiana Semarang
- Authors
- Sikni Retno Karminingtyas, Anasthasia Pujiastuti, Tina Mawardika
- Journal
- KOMUNITA Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
- Year
- 2023
- Study design
- Survey study
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.60004/komunita.v2i1.37
Original abstract
Latar belakang: Pelayanan kesehatan yang berkualitas pada remaja khususnya pada remaja puteri, diperlukan adanya keterlibatan tenaga pendidik di bidang kesehatan untuk melakukan edukasi tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Permasalahan yang terjadi yang berkaitan dengan menstruasi tidak hanya tentang kebersihannya tetapi juga tentang munculnya gangguan kesehatan saat menstruasi. Tujuan : kegiatan ini untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi kesehatan menstrual hygiene dan penatalaksanaan premenstrual syndrome terhadap pengetahuan para siswi di SMK Theresiana. Metode : Kegiatan pengabdian ini diawali dengan memberikan penilaian menggunakan kuesioner sebelum dilakukan edukasi (pre test) pada 34 siswi, selanjutnya pemberian edukasi menstrual hygiene dan premenstrual syndrome serta diakhiri dengan evaluasi berupa penilaian dengan kuesioner (post test). Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara online menggunakan platform zoom meeting. Hasil : Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 9 responden (26,47%), cukup sebanyak 22 responden (64,71%) dan kurang sebanyak 3 responden (8,82%). Hasil evaluasi setelah diberikan edukasi pengetahuan siswi mengalami peningkatan yaitu kategori baik sebanyak 23 responden (67,65%), cukup sebanyak 8 responden (23,53%) dan kurang sebanyak 3 responden (8,82%). Analisis statistik dengan uji wilcoxon didapatkan nilai signifikansi 0,004 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna terkait dengan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah edukasi menstrual hygiene dan premenstrual syndrome. Kesimpulan : Pemberian edukasi kesehatan menstruasi berpengaruh terhadap pengetahuan para siswi di SMK Theresiana.
Reproduced under CC-BY.