Skip to content

Survey study, 2021

Does nutrient intake affect PMS symptoms?

Yes. There was a clear relationship between nutritional status and PMS symptoms in the students studied.

Early or limited evidence 112 midwifery students in Indonesia

What they did

Researchers surveyed 112 midwifery students in Indonesia about their food intake using food recall questionnaires and about PMS symptoms using questionnaires. They measured whether there was a relationship between nutritional status and PMS.

What they found

Of the 112 students, 104 (92.9%) had moderate PMS symptoms. About half (47.3%) had moderate nutritional status. There was a clear relationship between nutritional status and PMS symptoms.

What it means for you

Nutrition appears to be related to PMS symptoms. If students could improve their nutrition, it might help reduce PMS symptoms. Limitations include the small sample from a single school, and the use of self-reported food intake, which is often inaccurate. The study did not identify which specific nutrients matter most.

112

students studied

92.9%

had moderate PMS

47.3%

had moderate nutritional status

About the study

Original title
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN MUHAMMADIYAH MADIUN
Authors
Hayun Manudyaning Susilo
Journal
Indonesian Journal for Health Sciences
Year
2021
Study design
Survey study
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual Syndrome pada remaja masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Beberapa saat sebelum menstruasi, sejumlah wanita mengalami rasa tidak nyaman yang biasa disebut dengan Premenstrual Syndrome (PMS). Salah satu penyebab PMS adalah kurangnya asupan zat gizi. Untuk mengurangi terjadinya Premenstrual Syndrome adalah berolah raga, mengurangi kafein, nikotin, alkohol, gula, garam, istirahat cukup, memperhatikan gizi dan nutrisi. Dalam hal ini asupan zat gizi pada remaja adalah sesuatu yang penting dan diharapkan mampu menangani masalah Premenstrual Syndrome ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi dengan Premenstrual Syndrome pada mahasiswa Kebidanan Muhammadiyah Madiun. Rancangan penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa yang kuliah di Kebidanan Muhammadiyah Madiun yang berjumlah 156 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa akademi kebidanan muhammadiyah madiun yang berjumlah 112, diambil secara Purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu food recall dan kuesioner, hasilnya dianalisa menggunakan uji Spearman Rank dengan taraf signifikasi α=0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir seluruhnya yaitu 104 orang (92,9%) mengalami Premenstrual Syndrome sedang. Sedangkan responden yang mempunyai status gizi sedang yaitu sebanyak 53 orang (47,3%). Dari uji Spearman Rank didapatkan hasil ρ=0,002. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status zat gizi dengan kejadian Premenstrual Syndrome pada remaja putri. Oleh karena itu, disarankan pada remaja putri untuk mempertahankan asupan gizi yang baik, sehingga dapat mencegah Premenstrual Syndrome.

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics