Survey study, 2025
Is premenstrual syndrome linked to mood changes?
No. Among 70 women psychology students, 55.7% had PMS symptoms and 70% had mood changes, but there was no clear link between the two.
What they did
Cross-sectional study of 70 women in a psychology program. Used a questionnaire to measure premenstrual symptoms and assessed mood changes. Analyzed whether PMS and mood changes were related.
What they found
55.7% of women had PMS and 70% had mood changes. However, no clear association was found between having PMS and having mood changes.
What it means for you
In this group of students, PMS and mood changes did not appear to be linked, which is surprising since mood change is usually considered a PMS symptom. The main limitations are the small sample size and that this is only women in psychology at one university in Indonesia.
70
Participants
55.7%
With PMS symptoms
70%
With mood changes
About the study
- Original title
- HUBUNGAN ANTARA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DENGAN PERUBAHAN MOOD PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
- Authors
- Cintya Sarasvati Sudana, Susy Purnawati, Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
- Journal
- E-Jurnal Medika Udayana
- Year
- 2025
- Study design
- Survey study
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.24843/mu.2025.v14.i3.p07
Original abstract
Premenstrual syndrome atau yang biasa disebut dengan PMS merupakan serangkaian perubahan emosi dan gejala-gejala somatik yang dialami oleh hampir 75% wanita di seluruh dunia. Wanita yang mengalami PMS tingkat berat dapat mengalami perubahan mood dan emosi yang menghalangi pekerjaan sehari-hari. Riset yang diselenggarakan ini tujuannya supaya mengenali apakah ditemukan relasi diantara PMS dan perubahan mood pada mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian dilakukan dengan metode cross-sectional. Pengumpulan sampel dalam riset berikut memanfaatkan teknik purposive sampling berarti mencarikan subjek yang terpenuhi patokan inklusi kemudian mengeluarkan subjek sesuai kriteria eksklusi. Total sampel pada penelitian sebanyak 70 orang. Hasil penelitian didapatkan persentase mahasiswi yang mengalami PMS 55,7% dan mengalami perubahan mood 70%, melalui pengujian Chi Square diperoleh hasil dari p value 0,713 (CI 95% -0,189 – 0,374). Didasarkan atas hasil riset yang sudah dilaksanakan, bisa berkesimpulan bahwasanya tidak ditemukan relasi yang signifikan diantara premenstrual syndrome dengan perubahan mood bagi mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata kunci : Estrogen, Mood, Premenstrual Syndrome (PMS), Progesteron
Reproduced under CC-BY.