Survey study, 2021
Does higher weight and body fat increase PMS risk?
Yes. Women with higher BMI, more body fat, and larger waist measurements showed higher risk of PMS.
What they did
A cross-sectional study of 77 female university students. Researchers measured body weight, height, BMI, waist and hip circumference, body fat percentage, physical activity, and food intake. They also measured PMS symptoms using a questionnaire.
What they found
Women with BMI of 23 kg/m² or higher showed increased PMS risk. Women with body fat of 32% or higher showed increased PMS risk. Women with waist circumference of 80 cm or larger showed increased PMS risk.
What it means for you
Being overweight, having more body fat, and carrying extra weight around your waist may increase your chances of having PMS symptoms. This study was conducted at a single university in Indonesia, so findings may not apply to all women.
77
Female students studied
23 kg/m²
BMI level linked to higher PMS risk
80 cm
Waist circumference linked to higher PMS risk
About the study
- Original title
- OBESITAS BERHUBUNGAN DENGAN PRE MENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI
- Authors
- Bela Daniartama, Etisa Adi Murbawani, Hartanti Sandi Wijayanti et al.
- Journal
- Journal of Nutrition College
- Year
- 2021
- Study design
- Survey study
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.14710/jnc.v10i3.30808
Original abstract
Latar Belakang: Pre Menstrual Syndrome (PMS) dapat menyebabkan masalah berupa gangguan fisik, kesehatan mental, dan gangguan fungsional dalam konteks sosial dan pekerjaan perempuan. Faktor yang dapat mempengaruhi PMS yaitu status gizi.Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dengan risiko dan tingkat intensitas PMS pada mahasiswi dengan beberapa pengukuran antropometri.Metode: Penelitian cross sectional yang melibatkan 77 mahasiswi Universitas Diponegoro. Pengukuran status gizi dilakukan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, lingkar panggul, rasio lingkar pinggang panggul, dan persen lemak tubuh. Shortened Premenstrual Assesment Form (sPAF) untuk mengukur intensitas gejala PMS. International Physical Activity Questionaire-Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur aktivitas fisik. Food recall 3×24 untuk mengukur rata-rata asupan. Data dianalisis dengan uji Chi Square dan uji Regersi Logistik.Hasil: Obesitas dengan IMT ≥23 kg/m2 (OR 3,944; 95% CI 1,091-14,251; p<0,05), persen lemak tubuh ≥32% (OR 3,289; 95% CI 1,022-10,584; p<0,05), dan lingkar pinggang ≥80 cm (OR 4,696, 95% CI 1,201-18,360; p<0,05) dapat meningkatan risiko dan intensitas PMS.Simpulan: Peningkatan IMT, persen lemak tubuh, lingkar pinggang dapat meningkatkan risiko dan intensitas PMS.
Reproduced under CC-BY-SA.