Skip to content

Survey study, 2021

How do women in prison experience and cope with PMS?

Women prisoners reported anxiety and discomfort from PMS. Physical activity programs and healthcare support helped reduce their symptoms.

Early or limited evidence 4 women prisoners

What they did

A qualitative study interviewing 4 women prisoners about their experiences with PMS during incarceration. The researchers conducted online in-depth interviews to learn how they coped with symptoms.

What they found

Women experienced anxiety and discomfort when dealing with PMS. Physical activity programs run by the prison helped ease their PMS pain. They said they needed ongoing support from healthcare workers. Both physical and mental support were important to them during their time in prison.

What it means for you

Women in prison with PMS may benefit from exercise programs and healthcare support. This study included only 4 women, so findings may not apply to all women prisoners or the general population.

4

Women prisoners interviewed

About the study

Original title
PENGALAMAN NARAPIDANA WANITA DALAM MENGHADAPI PRE MENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
Authors
Sri Hindriyastuti, Anita Dyah Listyarini
Journal
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Year
2021
Study design
Survey study
Open access
Yes
Original abstract

ABSTRAK Sebagai populasi minor dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas), wanita memiliki kebutuhan akan pelayanan kesehatan pada umumnya. Narapidana wanita juga mengalami siklus hamil, melahirkan menyusui dan menstruasi. Premenstrual syndrome (PMS) merupakan gejala tidak nyaman yang dirasakan oleh wanita usia reproduktif menjelang menstruasi atau beberapa hari di awal menstruasi. Ketika di Lembaga Pemasyarakatan, narapidana dengan banyak stressore yang memiliki riwayat pre menstrual syndrome ini tentu memiliki ragam pengalaman dalam berkompensasi dengan yang dialami sehingga penting untuk menggali lebih dalam pengalaman yang dialami dan dirasakan oleh para narapidana wanita dalam menghadapi PMS tersebut. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan online in depth interview kepada empat Narapidana wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman narapidana wanita dalam menghadapi Pre Mentrual Syndrom (PMS) selama di lembaga pemasyarakatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi PMS, para narapidana mengalami perasaan yang destruktif seperti cemas, tidak nyaman. Selain itu, narapidana membutuhkan support tenaga kesehatan di lembaga pemaysrakatan. Dalam kaitannya dengan penurunan intensitas nyeri PMS, narapidana merasa bahwa latihan aktifitas fisik yang diadakan oleh Lapas bisa membantu meringankan PMS yang dialami. Dengan demikian, pemberian dukungan secara fisik dan mental sangat diperlukan oleh narapidana menghadapi PMS selama masa tahanan mereka. Kata Kunci: Narapidana Wanita, Lembaga Pemasyarakatan, Pre Mentrual Syndrom (PMS),

Reproduced under CC-BY.

Topics