Skip to content

Survey study, 2025

Does drinking coffee or milk affect PMS symptoms?

Girls who drank pure coffee were more likely to have PMS symptoms. Girls who drank animal milk were less likely to have PMS symptoms.

Early or limited evidence 126 medical students from 2023 class at a university in North Sumatra, Indonesia

What they did

Researchers surveyed 126 medical students in Indonesia about how much coffee and milk they drank and whether they had PMS symptoms. They used questionnaires to collect information about diet and symptoms.

What they found

Among students who drank pure coffee, 73% had PMS symptoms. Among students who drank animal milk, 90.5% did not have PMS symptoms.

What it means for you

Coffee consumption may worsen PMS symptoms while milk may protect against them. This study only included medical students from one university in Indonesia, so results may not apply to all women in all countries.

126

students surveyed

73%

of coffee drinkers with PMS symptoms

90.5%

of milk drinkers without PMS symptoms

About the study

Original title
Perbandingan Antara Konsumsi Kopi Dan Susu Hewani Terhadap Terjadinya Gejala Premenstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Authors
Aidil Akbar, Sri Dwi Putri Harahap, Amelia Eka Damayanty
Journal
Best Journal (Biology Education Sains and Technology)
Year
2025
Study design
Survey study
What was tested
Dietary comparison study
Open access
Yes
Original abstract

Pendahuluan: Konsumsi kopi dan susu semakin populer di kalangan remaja, termasuk mahasiswa kedokteran, yang sering menggunakannya untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Kopi mengandung kafein yang dapat memperburuk gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dengan memengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, sementara susu mengandung vitamin D dan K yang dapat membantu mengurangi gejala PMS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan konsumsi kopi dan susu hewani terhadap gejala Pre-menstrual syndrome pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan rancangan penelitian Cross-Sectional. Penentuan besar sampel dilakukan dengan rumus Slovin, menghasilkan jumlah sampel sebanyak 126 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk konsumsi kopi dan susu, serta Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk menilai gejala pramenstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi yang mengonsumsi kopi murni mengalami gejala PMS sebanyak 73%. Sebaliknya, mayoritas mahasiswi yang mengonsumsi susu hewani tidak mengalami gejala PMS, yaitu sebesar 90,5%. Nilai rata-rata untuk konsumsi kopi adalah 33,0, sedangkan untuk konsumsi susu adalah 29,25 dengan P-Value untuk perbandingan ini adalah 0,000 (α = 0,05). Kesimpulan: terdapat perbedaan yang signifikan antara konsumsi kopi dan susu terhadap premenstrual syndrome pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Reproduced under CC-BY.

Topics