Survey study, 2022
Do your nutrition and fat intake affect your PMS symptoms?
Fat intake appears connected to PMS symptoms, but overall nutrition status does not. The connection with fat was clear, but there was no clear connection with nutrition.
What they did
Forty-four teenage girls reported their height and weight from memory and completed a questionnaire about how often they ate different foods. Researchers also asked them about their PMS symptoms using a standardised assessment form.
What they found
There was no connection between overall nutrition status and PMS symptoms. There was a connection between fat intake and PMS symptoms.
What it means for you
What you eat, especially fat, may affect your PMS symptoms. However, this study was small, done in one school in Indonesia, and used self-reported information which may not be accurate. The specific type or amount of fat was not detailed.
44
Participants
no connection
Nutrition and PMS
connection found
Fat intake and PMS
About the study
- Original title
- Status Gizi Dan Asupan Lemak Dengan Gejala Premenstrual Syndrome Pada Remaja SMK Tunas Grafika Informatika
- Authors
- Aliffanny Ayu Paraswati, Dian Luthfiana Sufyan, Ikha Deviyanthi Puspitasari et al.
- Journal
- Ghidza Jurnal Gizi dan Kesehatan
- Year
- 2022
- Study design
- Survey study
- What was tested
- None
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.22487/ghidza.v6i1.242
Original abstract
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja yang ditandai dengan perubahan-perubahan seperti psikologis, biologis, fisiologis, maupun aspek sosial. Selain itu, salah satu perubahan yang juga dialami adalah perubahan pada organ reproduksi seperti terjadinya kematangan seksual. Menstruasi merupakan pendarahan periodik dan siklis dari uterus disertai pengelupasan (deskuamasi) endometrium yang dialami oleh remaja putri. Gangguan siklus menstruasi dapat terjadi pada remaja dan biasa disebut dengan premenstrual syndrome (PMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan asupan lemak dengan gejala premenstrual syndrome pada remaja putri di SMK Tunas Grafika Informatika tahun 2020. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan metode uji korelasi spearman rank. Pengukuran variabel status gizi menggunakan media google form dengan menggunakan metode self-reported recall body weight and height atau pelaporan BB dan TB berdasarkan ingatan terakhir responden dalam kurun waktu 1 bulan. Pengukuran variabel asupan lemak menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionare (SQ-FFQ). Sedangkan, variabel Premenstrual Syndrome (PMS) menggunakan Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Pengukuran tersebut dilakukan kepada 44 siswi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan gejala PMS pada remaja putri di SMK Tunas Grafika Informatika (p-value = 0,666), ada hubungan antara asupan lemak dengan gejala PMS pada remaja putri di SMK Tunas Grafika Informatika (p-value = 0,000).
Reproduced under CC-BY-SA.