Skip to content

Survey study, 2023

Does physical activity affect PMS in teenagers?

There was a link between physical activity and PMS, but the link was weak. The study was small, so we cannot be sure how important physical activity is for PMS.

Early or limited evidence 50 female students aged 13-14 in Yogyakarta, Indonesia

What they did

50 female students in grades 7 and 8 answered questions about how much they exercised and their PMS symptoms. Researchers looked for patterns between physical activity level and PMS severity.

What they found

39.1% of girls reported heavy physical activity. 58.7% had moderate PMS symptoms. There was a link between physical activity and PMS, though the relationship was weak.

What it means for you

Physical activity may be connected to PMS in teenagers, but the connection is weak and may not be very important in practice. The study was small and limited to one school in Yogyakarta, Indonesia.

50

female students

39.1%

with heavy physical activity

58.7%

with moderate PMS

About the study

Original title
THE CORRELATION BETWEEN ADOLESCENT PHYSICAL ACTIVITY WITH PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) AT SMPN 1 SEYEGAN
Authors
Asyila Salsabilla Nugraha
Journal
Informasi dan Promosi Kesehatan
Year
2023
Study design
Survey study
Open access
Yes
Original abstract

Latar belakang : Premenstrual Syndrome (PMS) adalah beberapa gejala tidak menyenangkan yang akan dialami oleh beberapa remaja yang sudah mendapatkan menstruasi. Angka Premenstrual Syendrome di Yogyakarta dari tahun 2016-2020 semakin tinggi yaitu dari 32,8%, bertambah menjadi 42,5%, dan meningkat menjadi 70%. Salah satu faktor yang menyebabkan Premenstrual Syndrome (PMS) yaitu aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik akan menimbulkan penurunan kadar endorfin pada tubuh yang akan menyebabkan Premenstrual Syndrome (PMS). Tujuan : Mengetahui hubungan aktivitas fisik remaja dengan Premenstrual Syndrome (PMS) di SMP Negeri 1 Seyegan. Metode : Penelitian ini memakai metode pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswi kelas VII dan VIII di SMPN 1 Seyegan dengan total 86 siswi, diambil menggunakan teknik stratified random sampling dan didapatkan 50 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji Somers’d. Hasil : Diketahui bahwa mayoritas aktivitas fisik remaja di SMP Negeri 1 Seyegan adalah aktifitas fisik berat yaitu sebanyak 18 orang (39,1%), sedangkan premenstrual syndrome yang dialami remaja mayoritas dalam tahap sedang yaitu sebanyak 27 orang (58,7%). Hasil perhitungan statistik Uji Somers’d didapatkan nilai p= 0,028 (p < 0,05) dengan keeratan hubungan lemah (r=0,224). Kesimpulan : Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja di SMP Negeri 1 Seyegan.

Reproduced under CC-BY.

Topics