Skip to content

Study, 2020

Is there a link between PMS and how junior high girls cope emotionally?

Yes. Girls with more PMS symptoms tend to use more emotional coping strategies, though the relationship is weak.

Early or limited evidence 62 junior high school girls in Indonesia

What they did

Researchers studied 62 junior high school girls in Indonesia using questionnaires. They measured PMS symptoms and emotional coping strategies.

What they found

54.84 percent of girls had very mild PMS. 66.13 percent used emotion-focused coping strategies. There was a weak positive relationship between PMS symptoms and emotional coping.

What it means for you

Girls with more PMS symptoms tend to use more emotional coping. However, the connection is weak. The study looked only at junior high girls in Indonesia, so results may differ in other groups.

62

junior high students studied

54.84

percent with very mild PMS

66.13

percent using emotional coping

About the study

Original title
HUBUNGAN PREMENSTRUAL SYNDROME DAN EMOTION FOCUSED COPING PADA SISWI SMP
Authors
Aris Widiyanto, Asruria Sani Fajriah, Joko Tri Atmojo et al.
Journal
Avicenna Journal of Health Research
Year
2020
Study design
Study
Open access
Yes
Original abstract

Latar Belakang: PMS adalah sekumpulan keluhan dan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang terjadi pada wanita. Gejala PMS tersebut dapat dinilai sebagai stressor dan penilaian wanita terhadap gejala PMS ini memengaruhi upaya coping untuk menghadapi PMS. Coping yang efektif digunakan seorang wanita untuk menghadapi PMS adalah emotion focused coping, ini disebabkan karena wanita lebih menggunakan emosional daripada logika atau rasio dalam menghadapai stressor karena di dalam tubuh wanita terdapat sistem limbik yang lebih aktif dibandingkan pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan premenstrual syndrome dan emotion focused coping pada siswi SMP. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Besar sampel adalah 62 siswi yang memenuhi kriteria retriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kuesioner SPAF (the shortened premenstrual assessment form) dan PMCM (premenstrual coping measure). Teknik analisis data menggunakan korelasi Sprearman. Hasil: Sebagian besar responden mengalami PMS tingkat sangat ringan yaitu sebanyak 34 responden (54,84%) dan sebagian besar skor EFC antara 43-85 yaitu 41 responden (66,13%). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji statistik Spearman diperoleh nilai significancy 0,032 (p<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,272 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi lemah dengan arah korelasi positif. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara premenstrual syndrome dan emotion focused coping pada siswi SMP.

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics