Skip to content

Non-randomised trial, 2025

Does education about herbal therapy help adolescents learn to manage PMS?

Yes. Education about herbal therapy significantly increased adolescents' knowledge from 12% to 85%, and all participants reported interest in using these remedies.

Early or limited evidence Adolescent girls in an Indonesian village (Kelurahan Kemasan, Krian, Sidoarjo)

What they did

Adolescent girls in an Indonesian village participated in an education program that included interactive teaching about PMS and herbal remedies, plus hands-on practice making turmeric tea and ginger drink. Knowledge was tested before and after.

What they found

Knowledge about PMS and herbal management increased from 12% before the program to 85% after. All participants successfully made the herbal remedies and reported interest in using them on their own.

What it means for you

Teaching adolescents about herbal remedies can improve their knowledge and practical skills for managing PMS. This was an educational program rather than a study testing whether the herbs actually work for PMS. The study was conducted in one village in Indonesia.

12%

Knowledge before education

85%

Knowledge after education

About the study

Original title
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Terapi Herbal Dalam Penanganan Gejala Premenstrual Syndrome
Authors
Lailatul Khusnul Rizki, Yati Isnaini Safitri, Siska Nurul Abidah et al.
Journal
Buletin pengabdian masyarakat
Year
2025
Study design
Non-randomised trial
What was tested
Interactive education about PMS and herbal therapy with hands-on preparation of turmeric tea and ginger drink
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri, ditandai dengan gejala fisik dan emosional seperti nyeri haid, kelelahan, mudah marah, serta gangguan konsentrasi. Di Kelurahan Kemasan, Krian, Sidoarjo, hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami gejala PMS namun belum mengetahui cara penanganan yang tepat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai penanganan PMS melalui terapi herbal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif tentang PMS dan terapi herbal, praktik langsung pembuatan ramuan jamu kunyit asam dan wedang jahe, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari 12% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Seluruh peserta mampu mengikuti praktik pembuatan ramuan herbal dan menyatakan minat untuk menerapkannya secara mandiri. Kegiatan ini mendapat dukungan kader PKK dan perangkat kelurahan yang berencana mengintegrasikan program ke dalam agenda pembinaan remaja. Edukasi terapi herbal efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menangani PMS secara alami. Disarankan kegiatan serupa dikembangkan dengan cakupan lebih luas serta pemantauan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampaknya.

Reproduced under CC-BY.

Topics